Rasanya sulit untuk menyangkal, jika ada pendapat yang menyatakan ketersediaan listrik turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat disuatu wilayah. Ya, listrik memang bukan lagi sekedar alat penerang semata untuk mengusir sergapan gelap. Listrik, kini telah menjadi salah satu indicator tingkat kesejahteraan masyarakat. Listrik, tulang punggung bagi berkembangnya perekonomian dibanyak tempat di negeri ini. Tak salah, jika PLN mengusung Jargon “Electricity For A Better Life, Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik”.
Di tanah ruwa jurai, ketersediaan listrik juga menjadi kebutuhan yang tak mungkin terelakan lagi. Roda perekonomian daerah yang terus menggeliat dan pergerakan tingkat kesejahteraan masyarakat menuju kearah yang lebih baik, salah satunya dipengaruhi oleh tersedianya pasokan listrik.
Karena itulah PLN Wilayah Lampung hadir, sebagai salah satu bagian dari pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat apalagi di era ekonomi daerah dewasa ini. Namun, keberadaan PLN Wilayah Lampung, dalam konteks otoritas wilayah kerjanya, sejatinya ia adalah sebuah institusi yang masih muda.
PLN wilayah Lampung, sebelum berdiri secara resmi pada tahun 2002, merupakan bagian yang menyatu dengan struktur organisasi PLN Wilayah sumatera selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung (dulu dikenal dengan sebutan PLN Wilayah IV sumbagsel). Dalam Struktur PLN wilayah sumbagsel tersebut pelayanan kelistrikan seluas wilayah Lampung hanya dilayani oleh unit pelayanan sekelas Kantor Cabang, yakni PLN Cabang Tanjungkarang. Maka, setelah memisahkan diri dari induknya (PLN Wilayah Sumbagsel), pengelolaan dan pelayanan kelistrikan di seluruh penjuru Provinsi Lampung dilayani oleh unit setingkat Kantor Wilayah, yakni PT PLN (persero) Wilayah Lampung. Selain Lampung, kantor cabang yang dulunya masuk dalam struktur organisasi PLN Wilayah Sumbagsel seperti Bangka Belitung, kini juga sudah memisahkan diri menjadi satu kantor wilayah sendiri, PLN Wilayah Bangka Belitung (
Berdirinya PLN Wilayah Lampung, didasari pada pertimbangan begitu luasnya daerah kerja di bumi ruwa jurai ini dengan asset kelistrikan yang begitu banyak, tersebar disejumlah lokasi. Untuk melayani pertumbuhan kelistrikan yang bergerak begitu pesat,ditambah dengan penambahan pelanggan yang kian meningkat, maka pelayanan kelistrikan di wilayah ini tidak mungkin dilayani hanya oleh kantor pelayanan setingkat cabang saja. Berdirinya PLN Wilayah Lampung, kemudian diikuti dengan sejumlah perkembangan unit pelayanan dibawahnya, antara lain pembentukan Kantor Cabang dan Rayon/Ranting.
Untuk melayani jumlah pelanggan yang hingga akhir 2006 tercatat lebih dari 780 ribu pelanggan, PLN Wilayah Lampung kini didukung oleh 3 Kantor Cabang, yaitu Cabang Metro, Cabang Tanjung Karangdan Cabang Kota Bumi. Masing-masing cabang membawahi Rayon dan Ranting. Kini diseluruh Lampung telah tersedia 18 kantor PLN setingkat Rayon dan Ranting. Lokasinya tersebar di seluruh Penjuru Wilayah Lampung, baik di wilayah perkotaan maupun pelosok pedesaan. Sementara itu, jumlah karyawan sampai akhir 2006 sebanyak 458 orang yang terdiri dari pegawai tekhnik dan pegawai non tekhnik. Mereka tersebar di Kantor Wilayah, Cabang , Rayon/Ranting dan Kantor Kaja.
Kini PT PLN (Persero) Wilayah Lampung Menempati gedung berlantai tiga yang berdiri cukup megah di ruas jalan Z.A Pagar Alam No.05 Rajabasa, Bandar lampung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar