Senin, 15 Juni 2009

TIPS & TRIK…..

HEMAT LISTRIK, LANGKAH BIJAK – PILIHAN YANG TEPAT

  1. Lampu Penerangan

Ø Gunakan lampu hemat energi

Ø Matikan lampu bila tidak diperlukan

Ø Lengkapi Lampu TL dengan Kondensor

  1. Televisi, Radio dan Tape Recorder

Ø Nyalakan Televisi , radio, tape rekorder bila benar-benar ingin ditonton atau didengarkan dan segera matikan bila tidak digunakan

  1. Lemari Es

Setiap penurunan suhu (temperature) untuk mendinginkan isi lemari es memerlukan tambahan energi listrik. Agar tidak terlalu boros penggunaan listriknya:

Ø Pilihlah lemari es/freezer yang hemat energi

Ø Jangan masukan makanan atau minuman yang masih panas kedalam kulkas/freezer

Ø Atur suhu udara sesuai dengan kebutuhan , suhunya jangan terlalu rendah , karena akan semakin banyak mengkonsumsi energi listrik

Ø Tempatkan kulkas/freezer ditempat yang jauh dari sumber panas (kompor/sinar matahari)

Ø Tutup rapat dan buka seperlunya pintu lemari es/freezer

Ø Isi secukupnya (jangan terlalu penuh) agar peredaran udara dingin tidak terhambat

  1. Mesin Cuci

Ø Gunakan mesin cuci bila cucian sudah sesuai dengan kapasitas mesin itu sendiri (missal 3.5 kg atau 5 kg)

  1. Pendingin Ruangan (AC)

Ø Sperti halnya lemari es,/freezae, semakin rendah suhu ruangan yang dikehendaki, makin banyak energi listrik yang digunakan

Ø Atur suhu ruangan sesuai keperluan, jangan terlalu dingin

Ø Matikan AC bila ruangan sudah tidak digunakan

  1. Kompor, Penanak Nasi dan Oven Listrik

Ø Rencanakan dengan baik masakan yang akan anda buat, agar waktu menyala alat-alat ini bisa seminimal mungkin

  1. Pemanas Air Listrik Untuk Mandi

Ø Jangan biarkan pemanas air menyaala sepanjang hari

Ø Nyalakan listrik beberapa saat sebelum digunakan, dan segera matikan kembali bila tidak diperlukan

  1. Pompa Air

Ø Pompa air menggunakan motor listrik. Untuk menghemat listrik, pasanglah pompa listrik sesuai kebutuhan

Ø Gunakan tangki penampung air, agar pompa air listrik bisa digunakan lebih teratur. Usahakan tidak menyalakan pompa air bila air di tangki masih bisa memenuhi kebutuhan.

  1. Setrika Listrik

Ø Saat ini hampir semua setrika listrik dilengkapi dengan alat yang menghidupkan dan mematikan aliran listrik secara otomatis. Untuk menghemat listrik gunakan setrika listrik dengan panas yang sesuai dengan panas yang sesuai dengan kebutuhan jenis pakaian

  1. Penghisap Debu

Ø Bersihkan saringan debu secara rutin agar motor listrik tidak bekerja lebih berat karena akan mengguanakan energi listrik lebih banyak

Ø Gunakan Vacuum Cleaner untuk tempat-tempat sesuai kebutuhan

Ø Matikan Vacuum Cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara motor. Kemungkinan terjadi sesuatu yang mengganggu kerja alat tersebut

  1. Kipas Angin

Ø Buka Ventilasi/jendela rumah untuk memperlancar udara kedalam rumah

Ø Pilih kipas angin yang dilengkapai dengan pengatur waktu (timer) dan atur timer sesuai kebutuhan

Ø Atur kecepatan kipas angin sesuai kenbutuhan

Ø Matikan kipas angin bila tidak diperelukan

Sumber : Panduan Informasi Layanan Pelanggan edisi juni 2007-juni 2008

Mengenal PLN Lampung Lebih Dekat Lagi

Rasanya sulit untuk menyangkal, jika ada pendapat yang menyatakan ketersediaan listrik turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat disuatu wilayah. Ya, listrik memang bukan lagi sekedar alat penerang semata untuk mengusir sergapan gelap. Listrik, kini telah menjadi salah satu indicator tingkat kesejahteraan masyarakat. Listrik, tulang punggung bagi berkembangnya perekonomian dibanyak tempat di negeri ini. Tak salah, jika PLN mengusung Jargon “Electricity For A Better Life, Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik”.

Di tanah ruwa jurai, ketersediaan listrik juga menjadi kebutuhan yang tak mungkin terelakan lagi. Roda perekonomian daerah yang terus menggeliat dan pergerakan tingkat kesejahteraan masyarakat menuju kearah yang lebih baik, salah satunya dipengaruhi oleh tersedianya pasokan listrik.

Karena itulah PLN Wilayah Lampung hadir, sebagai salah satu bagian dari pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat apalagi di era ekonomi daerah dewasa ini. Namun, keberadaan PLN Wilayah Lampung, dalam konteks otoritas wilayah kerjanya, sejatinya ia adalah sebuah institusi yang masih muda.

PLN wilayah Lampung, sebelum berdiri secara resmi pada tahun 2002, merupakan bagian yang menyatu dengan struktur organisasi PLN Wilayah sumatera selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung (dulu dikenal dengan sebutan PLN Wilayah IV sumbagsel). Dalam Struktur PLN wilayah sumbagsel tersebut pelayanan kelistrikan seluas wilayah Lampung hanya dilayani oleh unit pelayanan sekelas Kantor Cabang, yakni PLN Cabang Tanjungkarang. Maka, setelah memisahkan diri dari induknya (PLN Wilayah Sumbagsel), pengelolaan dan pelayanan kelistrikan di seluruh penjuru Provinsi Lampung dilayani oleh unit setingkat Kantor Wilayah, yakni PT PLN (persero) Wilayah Lampung. Selain Lampung, kantor cabang yang dulunya masuk dalam struktur organisasi PLN Wilayah Sumbagsel seperti Bangka Belitung, kini juga sudah memisahkan diri menjadi satu kantor wilayah sendiri, PLN Wilayah Bangka Belitung (Babel).

Berdirinya PLN Wilayah Lampung, didasari pada pertimbangan begitu luasnya daerah kerja di bumi ruwa jurai ini dengan asset kelistrikan yang begitu banyak, tersebar disejumlah lokasi. Untuk melayani pertumbuhan kelistrikan yang bergerak begitu pesat,ditambah dengan penambahan pelanggan yang kian meningkat, maka pelayanan kelistrikan di wilayah ini tidak mungkin dilayani hanya oleh kantor pelayanan setingkat cabang saja. Berdirinya PLN Wilayah Lampung, kemudian diikuti dengan sejumlah perkembangan unit pelayanan dibawahnya, antara lain pembentukan Kantor Cabang dan Rayon/Ranting.

Untuk melayani jumlah pelanggan yang hingga akhir 2006 tercatat lebih dari 780 ribu pelanggan, PLN Wilayah Lampung kini didukung oleh 3 Kantor Cabang, yaitu Cabang Metro, Cabang Tanjung Karangdan Cabang Kota Bumi. Masing-masing cabang membawahi Rayon dan Ranting. Kini diseluruh Lampung telah tersedia 18 kantor PLN setingkat Rayon dan Ranting. Lokasinya tersebar di seluruh Penjuru Wilayah Lampung, baik di wilayah perkotaan maupun pelosok pedesaan. Sementara itu, jumlah karyawan sampai akhir 2006 sebanyak 458 orang yang terdiri dari pegawai tekhnik dan pegawai non tekhnik. Mereka tersebar di Kantor Wilayah, Cabang , Rayon/Ranting dan Kantor Kaja.

Kini PT PLN (Persero) Wilayah Lampung Menempati gedung berlantai tiga yang berdiri cukup megah di ruas jalan Z.A Pagar Alam No.05 Rajabasa, Bandar lampung.

KISAH SI KECIL

Seperti minggu-minggu yang lalu seorang anak kecil berusia ± 11 tahun sedang duduk di karpet ruang tengah untuk menonton acara tv kesukaannya. Dengan sabar dia menunggu film kartun yang dimulai pada pukul 18.00 , akhirnya setelah waktu menunjukkan jam 17.55 filmnya pun dimulai. Lagu pembukaan film tersebut dinyanyikan, tapi tiba-tiba ditengah lagu pembukanya itu layar tvnya menjadi gelap. Bukan karena tvnya yg rusak ternyata, soalnya lampu di seluruh ruangan itupun padam dan rumah anak itu menjadi gelap, dia lantas pergi ke luar untuk melihat lampu tetangga, ternyata MATI LAMPU karena ga ada satu lampupun yang hidup di luar sana.

Betapa kesalnya anak itu, setelah menunggu satu minggu untuk menonton acara tv kesukaannya, pada waktu acaranya mulai, dia malah tidak bisa menonton dikarenakan listriknya padam. Anak itu pun kesal setengah mati, sambil bergumam dia berkata “Dasar PLN s__l_n , udah bayar mahal-mahal buat bayar listrik malah listriknya dimatiin. Pada bisa kerja ga segh? Klo ga bisa biar aku aja yang gantiin.”

Waktupun telah berlalu Sekarang anak kecil tersebut telah tumbuh besar (walopun badannya kecil) dia sekolah di salah satu stm di bandung.

Ga kerasa 4 tahun sudah dilewatinya dengan duduk di bangku sekolah stm pembangunan bandung. Diapun lulus sekolah di tahun 2008. dia beruntung sebelum lulus dirinya telah mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan farmasi yang cukup terkenal di daerah cikarang. Untuk anak baru gajinya segh cukup lumayan, hanya saja status kepegawaiannya yang terus-terusan sebagai pegawai kontrak. Akhirnya tiba juga saat perayaan kelulusan di stm tersebut. Dia meminta izin pada perusahaannya untuk mengikuti acara kelulusan. Tepatnya tanggal……juni2008 di stm begitu meriah. Setelah acara yg intinya selesei, pada sore hari masing-masing jurusanpun mengadakan acara di workshopnya.

Anak kecil yang tadi aku certain kumpul dengan teman-temannya dan guru jurusannya di workshop listrik. Saat murid2 sedang sibuk sendiri mengobrol bersama teman-temannya sambil menunggu guru. Akhirnya datang juga guru-guru listrik itu, tetapi ada satu wanita yang tidak mereka kenal ikut masuk ke workshop listrik itu. Mereka mengira paling orang dari industri yang nawarin pekerjaan. Acara pelepasan jurusan pun selesai, akhirnya wanita tadi memperkenalkan dirinya, namanya bu Anne, Beliau datang untuk menawarkan kesempatan bergabung bersama PLN Lampung, kebanyakan dari murid-murid tersebut segh tidak begitu tertarik soalnya mereka telah mendapatkan pekerjaan dan lokasinya lebih dekat daripada ke lampung. Hanya ada beberapa anak yang bersedia mengikuti test (tepatnya segh ga tau,tapi yang pasti lebih dari 50 orang). salah satu dari mereka adalah anak tersebut (ga tau masih inget apa ngga dia dengan perkataannya sewaktu masih kecil tentang pegawai PLN). Yang pasti segh dalam pikiran anak itu dia menginginkan status pekerjaan yang lebih baik.

Singkat cerita dia bersama teman-temannya mengikuti serangkaian test (selama test dia meminta izin pada perusahaannya untuk tidak masuk bekerja, macem-macem alasannya...waktu disuruh test psikotes dia izin sakit , waktu ikut test wawancara dia izin cap 3 jari buat izasahnya, waktu tes kesehatan dia malah nelpon ADMnya dan bilang mau ngambil izasah). Akhirnya setelah test selesei semua, hanya tersisa 5 orang dari sekolahnya dan 2 orang wanita dari D3.

salah satu dari mereka adalah si anak kecil tadi. Mereka ber7 pergi ke lampung, Setiba di wisma lampung ternyata telah datang terlebih dahulu 4 siswa dari jogja dan ketika anak2 itu duduk-duduk kemudian tiba lagi 6 siswa dari Jakarta mereka semua berasal dari stm pembangunan jogja dan stm pembangunan Jakarta. Akhirnya jumlah kami jadi 17, 15 orang laki-laki dan 2 orang wanita dari bdg. Mereka semua kemudian dikirim untuk diksarlin dan kuliah di palembang, alamak….uang saku yang dikasih ke mereka kecil banget. klo dibandingin gaji anak kecil tadi sewaktu kerja di pabrik farmasi segh jauh banget tapi lumayanlah soalnya semua kehidupan dia ditanggung sepenuhnya oleh PLN, mulai dari makan, sampe dicuciin bajunya. Setelah mengikuti Diksarlin dan kuliah di palembang Sekarang anak kecil tadi sedang mengikuti program OJT dari PLN (On Job Training) tepatnya di ranting pringsewu. Sekarang segh uang sakunya udah agak lumayan waloupun masih lebih kecil dari gaji anak kecil itu dulu.

Di waktu luang pekerjaannya, seringkali dia teringat keluarganya yang berada di bandung sana, ta jarang juga dia mengingat-ingat masa kecilnya bersama orang tuanya. ta sengaja dia teringat beberapa tahun lalu saat dia menonton tv dan akhirnya mati lampu.

Sekarang dia merasakan pekerjaan di PLN dan sering juga menerima telpon dari konsumen tentang keluhan mati lampu (kena batunya ga lo? Hahaha….kasian deh lo, makanya jangan nge sok waktu kecil dulu hahaha……hahaha….hahaha) . Yaaa, sekarang aku sedang menertawakan diri aku sendiri. Anak kecil itu adalah aku , sering x aku tersenyum mendengar keluhan ato makian orang yang menelpon ke kantor PLN soalnya aku juga pernah merasakan hal yang sama. Merasakan kesalnya mati lampu.

Sekarang aku sudah tau kenapa sering mati lampu, waktu aku kecil dulu mana aku tau kenapa sering mati lampu, jangankan anak kecil seperti aku dulu. Ibu-ibu ato bapak-bapak yang sering aku temuin di warung ato tempat makan juga sering bertanya kenapa sering mati lampu, sebisa mungkin aku jelaskan pada mereka.

Barangkali aja ada yang isenk-isenk browsing n nyasar ke blogs ini, moga dapat menambah pengetahuannya tentang listrik.